Percayalah daya imajinasi akan muncul di pikiran kita ketika mendengar sebuah storytelling. Seru, karena hanya kita yang bisa menikmatinya. Bahkan tidak hanya gambar imajinasi pada beberapa anak terkadang punya ‘theater of mind’ yang lebih detail. Mereka menciptakan efek suara atau musik khayalannya, layaknya pertunjukan teater atau film. Dan setiap orang punya pertunjukan teater yang berbeda seakan kita hidup di tengah cerita. Menariknya dengan merutinkan kegiatan storytelling dapat meningkatkan komunikasi dan kreativitas anak! dan faktanya orang tua adalah storyteller terbaik untuk anaknya.
The Journey of Story Telling (Menghidupkan Cinta lewat Cerita)
Penulis : Poetri Soehendro
Terbit : 2024
Penerbit : PT. Kawan Pustaka
ISBN : 978-979-757-818-3

Manusia membutuhkan manusia lain sebagai pendamping hidupnya. Sentuhan manusia untuk membesarkan anak tidak bisa digantikan oleh teknologi. Anak rindu sentuhan manusia yang terbaik yaitu orangtuanya sendiri. Saat kita sebagai orang tua punya waktu main media sosial? main sepeda lalu ngopi bareng teman? rajin reunian atau arisan? kalau jawabannya ‘ya’, berarti sebenarnya kita sebagai orang tua punya waktu storytelling untuk anak. Storytelling itu tidak perlu waktu lama. Tidak juga harus setiap hari yang penting dilakukan dengan konsisten.
Menurut hasil penelitian Paul J. Zak seorang ilmuwan matematika dan ekonomi dari San Diego State University menyatakan bahwa otak otomatis mengeluarkan hormon oxytocin ketika mendengar storytelling. Oxytocin adalah sejenis hormon yang keluar karena sebuah rangsangan salah satunya adalah rangsangan storytelling. Apa dampak hormon oxytocin pada anak-anak?
- timbul perasaan ingin bonding
- ada rasa trust yang muncul
- muncul perasaan love
Semakin sering storytelling bersama keluarga semakin sinkron cara berkomunikasi orang tua dan anak. Proses berkomunikasi orang tua dan anak menjadi semakin mudah karena otak terlatih lentur untuk sinkron satu sama lain. Orangtua sebagai pihak yang lebih dewasa akan lebih kenal pola pikir anak sehingga dapat mengatur cara komunikasi yang lebih nyambung dan bisa mengerti cara pikir anak. Sebaliknya anak pun akan semakin paham pola berpikir orangtuanya.

Storytelling bisa menjadi media untuk memperkenalkan bahasa pada anak. Dalam menyampaikan storytelling pada anak orang tua harus sepakat dalam memilih gaya bahasa yang akan dipakai keluarga. Orang tua harus aktif untuk memancing dan membimbing sampai anak mengeluarkan kata yang dimaksud secara utuh dan sempurna. Bimbingan melalui sebuah storytelling akan menyenangkan anak sehingga selain menikmati cerita storytelling yang seru, anak juga terstimulasi untuk menyebutkan kata-kata baru secara utuh. Dalam storytelling orang tua juga perlu menyisipkan moral of story tetapi dengan takaran secukupnya. Jangan kelebihan dan juga jangan kekurangan. Sesuaikan dengan usia dan daya tangkap anak.
Begitu banyak keterampilan hidup yang anak harus mengerti sebelum beranjak usia teenager dan dewasa. Itulah sebabnya storytelling harus rutin dilakukan sejak anak kecil hingga waktu yang tiada terhingga. Pesan dicicil satu per satu sehingga anak tidak merasa seperti mendengarkan khotbah yang terlalu berat.
SELAMAT BELAJAR!


