Halo, Kawan Pembaca! Pernah tidak sih, kalian buka media sosial, lalu merasa pusing tujuh keliling melihat kolom komentar? Isinya orang marah-marah, saling “sikut” argumen, dan membawa-bawa nama Tuhan seolah-olah Tuhan butuh pengacara hebat di Mahkamah Konstitusi Jagat Raya. Kalau kamu mulai lelah dengan hingar-bingar agama yang sering kali cuma jadi “baju” tapi lupa “isinya”, maka buku karangan Emha Ainun Nadjib (Mbah Nun) yang satu ini, “Tuhan Itu Dikenali Bukan Dibela”, adalah obat sakit kepala paling mujarab—tanpa efek samping mengantuk, tapi efek sampingnya bikin “melek” hati. TUHAN ITU DIKENALI, BUKAN DIBELA : Muslim Itu Penyebar Kedamaian Karya : Emha Ainun Nadjib…
-
-
Jujurly, pertama kali lihat cover buku ini di etalase e-commerce, otakku langsung merespons dengan satu sinyal primitif: LAPAR. Gimana enggak? Judulnya “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”. Ekspektasiku sederhana. Aku kira ini adalah novel kuliner, atau seenggaknya panduan spiritual menemukan mie ayam paling enak se-Jabodetabek sebelum ajal menjemput. Tapi, pas aku lihat nama penulisnya… Brian Khrisna. Ah, sial. Aku tahu orang ini. Ini adalah “chef” yang biasa masak perasaan orang sampai gosong. Penulis yang terkenal dengan Merayakan Kehilangan. Aku langsung sadar, buku ini nggak akan bikin perut kenyang, tapi kemungkinan besar bakal bikin hatiku yang “kenyang” (baca: eneg) sama drama kehidupan.…
-
Pernah nggak sih kamu ngebayangin skenario terburuk dalam hidup? Bukan, bukan dompet ketinggalan pas lagi antre bayar bakso. Tapi skenario ini: Kamu sudah sembuh dari luka, sudah siap menikah dengan orang baik, eh tiba-tiba si MANTAN (penyebab trauma terbesar) muncul lagi. Bukan cuma muncul say hi, tapi semesta seolah ngasih waktu 23 Jam 59 Menit buat kalian berdua. Premis gila inilah yang diangkat sama Mas Brian Khrisna di novelnya yang berjudul 23:59: Kau yang Tak Pernah Pulang dan Aku yang Selalu Menunggu. Jujur, pas baca sinopsisnya, aku langsung auto pegang dada. “Waduh, bau-bau huru-hara perasaan nih,” batinku. Dan ternyata bener…
-
Bayangkan skenario ini: John Wick memutuskan untuk pensiun, jatuh cinta, menikah, punya anak, perutnya membuncit, lalu membuka toko kelontong di pinggir jalan. Terdengar absurd? Mungkin. Tapi itulah premis dasar dari Sakamoto Days, manga karya Yuto Suzuki yang belakangan ini sukses mencuri perhatian pembaca Shonen Jump. Jika kamu bosan dengan cerita pahlawan yang teriak-teriak soal persahabatan sambil mengeluarkan jurus naga api, maka kamu perlu mampir ke “Toko Sakamoto”. Di sini, kita tidak jualan jurus sihir, kita jualan aksi baku hantam tangan kosong yang pure, brutal, tapi anehnya… sangat menghibur. Kreator: Yuto Suzuki Penerbit Asal: Weekly Shonen Jump (Jepang) Penerbit Indonesia: Elex…
-
Biasanya, jika mendengar nama Boy Candra, apa yang pertama kali terlintas di benakmu? Mungkin kutipan tentang hujan, senja, patah hati, atau perjuangan melupakan mantan kekasih. Boy Candra memang ikon bagi mereka yang sedang merayakan perasaan. Namun, tunggu dulu. Kali ini, penulis best-seller tersebut menaruh sejenak pena “galau”-nya dan mengajak kita duduk santai di teras rumah, ditemani seekor makhluk berbulu yang manja. Dongeng Kucing Karya : Boy Chandra Terbit : Juli, 2024 Penerbit : Penerbit Gramedia Widisarana ISBN : 978-602-05-3082-6 Selamat datang di buku “Dongeng Kucing”, sebuah persembahan manis yang diterbitkan oleh Grasindo. Buku ini bukan tentang tips merawat anabul, melainkan…
-
Pernahkah kamu merasa hari-harimu begitu berat, penuh keinginan yang tak tersampaikan, atau sekadar ingin keberuntungan berpihak padamu walau hanya sekali? Bayangkan kamu sedang berjalan pulang di sore hari yang remang-remang. Kaki melangkah ke sebuah gang sempit yang biasanya tidak pernah kamu sadari keberadaannya. Di sana, berdiri sebuah toko kelontong tua bergaya Jepang, dengan aroma manis yang menggelitik hidung. Di dalamnya, seorang wanita bertubuh besar dengan rambut putih disanggul rapi dan kimono ungu kemerahan menyambutmu. Namanya Beniko. Dan selamat datang di Zenitendo. Buku “Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 1” karya Reiko Hiroshima (dengan ilustrasi memukau dari Jyajya) bukan sekadar novel fantasi anak-anak…


