[baca buku] Rahasia Nusantara (Candi Misterius Wangsa Syailendra)

Ke mana larinya 100 candi yang dicatat Inggris eksis di Dieng tapi kini tersisa segelintir saja? Benarkah di balik gunung gemunung Temanggung tersembunyi situs setua peradaban Romawi? Dan darimana candi-candi kita sebenarnya berasal?. Wangsa Syailendra dan kemaharajaan Medang terkenal karena mewariskan Candi Borobudur dan Prambanan. Namun ternyata mereka meninggalkan banyak candi lain dengan misteri yang mengejutkan!. Saat pusat kekuasaannya pindah dari tengah ke timur mereka terus berdampak pada sejarah, terlebih saat sihir dan magis ikut bermain dalam putaran peradaban. Rahasia Nusantara adalah reportasa sejarah yang dikemas dalam catatan perjalanan menyibak rahasia menjaga nusantara di tengah segala keberagamannya.


Rahasia Nusantara (Candi Misterius Wangsa Syailendra)

Penulis : Asisi Suhariyanto

Terbit : 2024

Penerbit : GagasMedia

ISBN : 978-623-493-272-0


Candi-candi adalah berbagai bangunan yang dibuat pada masa klasik. Dalam linimasa sejarah masa klasik merentang sejak abad 5 hingga abad 15. Di masa lampau, apa yang kini kita sebut Candi bisa beragam fungsinya. Mulai dari tempat pemujaan, gapura, pagar hingga fondasi bangunan. Dalam buku ini kita akan diajak berpetualang mengenal candi-candi Wangsa Syailendra yang diantaranya :

  • DIENG

Menurut catatan Raffles dalam buku ‘History of Java’ ada 400 candi di dataran tinggi Dieng. Bisa dibilang jumlah candi di kompleks Dieng hampir dua kali lipat kompleks Candi Sewu maupun Candi Prambanan. Kawasan dataran tinggi Dieng diperkirakan adalah jalur penyebaran agama Hindu-Budha dari wilayah pesisir pantai utara menuju pedalaman Pulau Jawa. Bahkan hingga abad ke-16 kawasan Dieng masih dianggap sebagai tempat suci oleh masyarakat Majapahit. Corak keagamaan yang paling menonjol di Dieng adalah Hindu-Siwa.

  • ASAL CANDI DI NUSANTARA

Hubungan Nusantara dengan India telah terjalin sangat lama yang dibuktikan dengan masuknya agama Hindu ke Jawa sejak abad 4 M. Hal ini juga mengakibatkan terjadinya pertukaran kebudayaan. Salah satunya dalam pembangunan Candi. Yap, Candi di Nusantara ini terinspirasi dari India. Namun dengan tangan-tangan hebat orang kita dikembangkan menjadi bentuk baru yang unik, khas dan tidak terdapat dalam budaya asalnya. Mereka memodifikasi candi dengan menyesuaikan kondisi alam Nusantara.

  • LIYANGAN : SITUS SETUA PERADABAN ROMAWI

Situs liyangan terletak di lereng timur Gunung Sindoro. Situs ini menyimpan gambaran terlengkap mengenai kehidupan Jawa Kuno dibandingkan candi dan situs yang lain. Menurut penulis, situs liyangan adalah ‘Agora’ versi Nusantara. Situa Agora ada di Athena, Yunani yang dibangun sekitar abad ke-2 hingga ke-3 SM, dimana dalam situs ini lengkap dengan pasar, kuil, pemukiman, perpustakaan dan aneka fasilitas publik.

  • PRINGAPUS : CANDI YANG LOLOS DARI BENCANA

Candi Pringapus terletak di lereng Gunung Sindoro. Candi ini adalah candi yang lolos dari bencana akibat letusan sebuah gunung yang kemungkinan adalah Gunung Sindoro. Menurut asumsi penulis, Candi Pringapus ini adalah salah satu candi Pewara atau Pengiring dimana candi induknya tidak selamat dari letugsa Gunung Sindoro.

  • CANDI SARI DAN CANDI LAWANG BOYOLALI : PENOLAK BALA DAN PORTAL MAJAPHAIT?

Ada mitos yang beredar di kalangan masyarakat sekitar bahwa Candi Lawang adalah ‘gerbang magis’ atau portal untuk menuju ke kerajaan majapahit dan masih di jaga banyak pengawal gaib raja majapahit. Beredar juga mitos lain bahwa Candi Lawang adalah pintu gaib ke laut selatan.

  • PETIRTAAN CABEAN KUNTI : PERSEMBAHAN PARA RAKSASA

Para pinisepuh (orang-orang tua) bertutur bahwa terdapat batu yang dulu pernah digunakan oleh Pangeran Mangkubumi untuk melakukan ritual atau pertapaan ketika akan membangun Kerajaan Mataram baru yang berada di Yogyakarta. Nama gugusan petirtaan ini adalah sendang pitu (karena ada tujuh sendang alias sumber air). Dan mengagumkannya semua petirtaan ini masih bisa digunakan warga hingga sekarang.

  • CANDI BADUT : MENGUBAH TRAGEDI MENJADI KEJAYAAN

Dalam buku ini diutarakan pendapat tentang candi badut :

a. Candi ini dibangun oleh Raja Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan

b. Candi Badut adalah Candi peninggalan Kerajaan Medang bukan Kanjuruhan. Sebab Kanjuruhan saat itu hanya sebuah wilayah bawahan di Medang.

  • CANDI LOR : TUGU PEPERWIRAAN PARA PAHLAWAN

Menurut catatan prasasti Anjukladang (935M) tentang dibangunnya tugu kemenangan atau Jayastambha. Para sejarawan menfasirkannya sebagai monumen kemenangan Jawa atas Sriwijaya dalam narasi sejarah yang epik. Dataran Anjukladang adalah saksi bagaimana rakyat Jawa Timur bangkit memukul mundur pasukan Melayu. Atas dasar itulah ditegakkanlah tugu kemenangan atau Jayastambha di Candi Lor.

  • PETIRTAAN JOLOTUNDO : TEMPAT TETIRAH RAJA DAN BANGSAWAN

Ada perdebatan di anatara sejarawan tentang sejarah petirtaan Jolotundo :

a. Petirtaan jolotundo adalah pendharmaan seorang aja.

b. Petirtaan Jolotundo dibangun oleh Udayana saat dia berusia sekitar 14 tahun tapi bukan untuk pendharmaan melainkan sarana pemujaan leluhur.

c. Tempat raja Udayana bersemedi demi menghimpun kekuatan sebelum merebut kembali Bali

d. Dibangun pada saat Raja Makutawangsawardhana berkuasa (1042M)


Dunia Candi amatlah menarik. Mereka nyata, bukan mitos, legenda, novel atau sekadar film cerita. Dari Dinasti Syailendra yang membangun candi-candi besar di Jawa Tengah hingga Dinasti Isyana yang melimpahi Jawa Timur dengan karya sastra.


SELAMAT BERPETUALANG!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *