Pernah nggak sih kamu merasa jenuh sama Drama China (Dracin) yang isinya cuma dewa-dewa terbang yang galau mikirin cinta selama ribuan tahun? Atau drama CEO dingin yang ujung-ujungnya klise? Kalau jawabanmu “IYA”, selamat! Kamu baru saja menemukan hidden gem yang bakal bikin kamu lupa tidur. Yuk, kenalan sama Strange Tales of Tang Dynasty (Tang Chao Gui Shi Lu). Drama ini ibarat gado-gado: ada misterinya, ada action wuxia yang ciamik, ada horor tipis-tipis, plus bumbu komedi dari bromance yang nggak maksa. Aku baru saja menamatkan drama ini, dan percayalah, ini adalah tontonan yang “bergizi” banget buat otak dan mata. Bayangkan era…
-
-
Aku masih ingat satu sore ketika sedang melihat seorang ibu di Puskesmas mencoba menenangkan anaknya yang bosan menunggu. Sang anak hanya diberi HP karena praktis dan cepat membuatnya diam. Tapi di sisi lain, matanya terlihat kosong. Sore itu membuatku berpikir: “Anak-anak ini sebenarnya punya energi yang ingin diajak bertualang. Sayangnya, kita kadang tak tahu harus mulai dari mana.” Pertanyaan itu membawaku membaca buku Montessori Play and Learn karya Lesley Britton. Dan jujur saja, buku ini terasa seperti membuka jendela baru. Ternyata dunia bermain anak bisa sesederhana—dan semenarik—yang selama ini mungkin tidak kita bayangkan. Montessori Play and Learn Karya : Lesley…
-
Kadang aku suka bertanya pada diri sendiri: sebenarnya hari ini aku melakukan semuanya karena aku benar-benar ingin, atau karena aku takut mengecewakan orang lain? Pertanyaan itu muncul lagi ketika aku membaca buku yang judulnya cukup menohok: Berhenti Memenuhi Ekspektasi Orang Lain karya Sherly Pitaloka. Buku ini bukan sekadar ajakan untuk “jadi diri sendiri”, tapi lebih seperti lampu penerang di ruangan gelap—pelan tapi pasti mengarahkan langkah kita untuk kembali pulang kepada diri sendiri. Berhenti Memenuhi Ekspektasi Orang Lain Penulis : Sherly Pitaloka Terbit : 2023 Penerbit : Solusi Multi Digital ISBN : 978-623-96473-7-7 Hidup Dalam Ekspektasi Orang Lain: Capek, Ya? Sebagai…
-
“Gimana mau maju pendidikan di Indonesia kalau lembaga pendidikannya aja dijadikan bahan perdagangan?”Begitu kata seorang teman dalam obrolan santai kami di sore hari. Kalimatnya singkat, tapi menohok. Aku sempat terdiam mendengar ucapannya. Di satu sisi, aku tahu maksudnya: banyak lembaga pendidikan sekarang yang rasanya lebih fokus ke bisnis daripada misi mendidik. Di sisi lain, aku juga paham perasaan para orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak mereka — meskipun harus merogoh kantong dalam-dalam. Tapi, bukankah ironis kalau pendidikan — sesuatu yang seharusnya menjadi jalan untuk mencerdaskan bangsa — justru jadi ajang jual-beli gengsi? Ketika Sekolah Jadi Etalase Gengsi…
-
Ada masa ketika idealisme terasa seperti cahaya paling terang dalam perjalanan karier kita.Kita berangkat dengan semangat: ingin membuat perubahan, ingin memberdayakan masyarakat, ingin memastikan setiap program benar-benar berdampak. Begitu aku pertama kali masuk ke Puskesmas, aku pun datang dengan semangat yang sama.Penuh ide, penuh harapan, dan yakin — kalau aku berusaha sungguh-sungguh, semuanya akan berjalan sesuai rencana. Tapi kenyataan di lapangan… sering kali punya cara sendiri untuk menguji niat baik kita. Antara Idealisme dan Realita Bekerja di dunia kesehatan masyarakat itu seperti berdiri di antara dua dunia: dunia teori yang ideal dan dunia nyata yang kompleks. Kita tahu bagaimana seharusnya…
-
Pernah nggak kamu merasa sudah capek mengejar sesuatu, tapi begitu tercapai… kok rasanya malah kosong?Itu yang aku rasakan waktu nonton Story of Kunning Palace, drama China yang penuh ambisi, politik, cinta, dan—yang paling manusiawi—penyesalan. Karakter utamanya, Jiang Xue Ning, adalah sosok perempuan cerdas, ambisius, dan nggak mau hidupnya ditentukan oleh orang lain. Ia ingin naik setinggi mungkin, menjadi permaisuri, punya kuasa, dan membuktikan bahwa ia bisa mengatur nasibnya sendiri. Tapi ketika semua itu tercapai… yang tersisa hanya kesepian dan rasa bersalah. Ambisi Itu Indah — Sampai Kita Kehilangan Arah Ambisi sering dipuji. Katanya, orang yang ambisius itu pekerja keras, punya…








